Cerita
AwanTunai

Perkenalkan Rama, setelah waktu yang cukup lama mendirikan Gojek, beliau ingin istirahat dari pekerjaannya. Hari-harinya ia pakai untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah kerja kerasnya di start-up yang sekarang besar itu, hanya menerima undangan-undangan sebagai speaker yang berhubungan dengan perkembangan industri start-up di Indonesia.

Pada salah satu undangan berbicara tersebut, beliau mengunjungi Surabaya, dimana ia menemui seorang teman lama. Dari percakapan mereka mengenai kondisi UMKM di Indonesia, teman Rama tersebut memutuskan bahwa Rama harus mengunjungi Bangilan untuk melihat dengan sendirinya situasi UMKM. Bangilan adalah sebuah daerah terpencil di Tuban, terletak di Jawa Timur selama 2 jam perjalanan dari Surabaya..

Disana, Rama berbincang dengan para petaninya. Dari percakapan yang beliau dapati, ternyata banyak dari petani-petani tersebut memiliki masalah keuangan, terutama untuk penanaman modal, yang berarti mereka tidak bisa mengembangkan bisnis mereka. Sejauh ini mereka mengalami kesusahan dalam mendapatkan akses keuangan dari bank, karena itu mereka tidak ada pilihan lain kecuali meminjam dari pinjaman lokal dengan bunga tinggi.

 

Dari itu, Rama memutuskan untuk memberi para petani tersebut dengan pinjaman berbunga rendah. Karena itu, tanggapan dari kunjungan mereka dari Bangilan sangat positif karena para petani UMKM merasa terbantu dengan pinjaman tersebut. Dari pengalamannya, Rama menemukan bahwa ada lebih banyak di Indonesia yang membutuhkan akses terjangkau untuk keuangan.

Beliau melihat apa yang terjadi di Bangilan sebagai sebuah kesempatan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan keuangan yang aman. Bersama dengan Dino dan Windy, AwanTunai didirikan. Beserta visi besar untuk membantu inklusi keuangan dan membuka modal bank terjangkau untuk UMKM yang tidak memiliki rekening bank dengan dengan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif untuk meningkatkan kehidupan masyarakat.

 

Windy
Natriavi

CPO & Co-Founder

Windy mempunyai pengalaman yang banyak dalam bidang produk dan pengembangan bisnis dan terinspirasi untuk memajukan perekonomian digital Indonesia melalui aplikasi keuangan teknologi dalam menyediakan komunitas keuangan di Indonesia.
.

Beliau adalah adalah lulusan dari Universitas Indonesia dan pernah bekerja di PT Principia, McKinsey & Company, dan
Go-Jek Indonesia.

Dino
Setiawan

CEO & Co-Founder 

Dengan pengetahuan yang beliau peroleh dari Stanford Graduate School of Business, Dina percaya bahwa kehadiran dari sebuah institusi fintech seperti AwanTunai bisa membantu kemandirian finansial untuk orang-orang Indonesia.

Sebelumnya, Dino telah bekerja di Macquarie Bank Limited, ANZ Banking Group, Citibank Australia, CLSA Asia-Pacific Capital MArkets, Morgan Stanley, dan Windy Hill Advisory. Dengan pengalaman ini, Dino mendirikan AwanTunai pada Juni 2017.

Anika Grant

(Board Advisor)

Chandra
Gunawan

(VP of Risk)

Ying Li

(Chief Science Officer)

Adelheid
Bokau

(Chairman)

Sukant Kumar

(VP of Engineering)

Indifi_edited_edited.png

Prada Irvani

(VP of National Sales)

Asset 21_3x_edited.png

Rico Frans

(Comissioner)

Rama
Notowidigdo

Evangelist and Co-Founder

Bersama dengan Dino, Rama mendirikan AwanTunai pada Juni 2017 dengan ambisi untuk memajukan kesejahteraan orang-orang Indonesia.

Lulusan dari Missouri State dan Saint Louis University, Rama pernah bekerja di Oracle Corporation, Collabnet, beliau menemukan Nostra Solusi Teknologi, dulu CTO untuk Kartuku dan juga pernah menjadi CPO untuk Go-Jek Indonesia. Beliau juga menjadi salah satu penemu Sayurbox dan sekarang menjadi advisor untuk OY! Indonesia dan Adskom.

Go-pay_edited.png

Grow your #AwanCareer

Download Now!

Supply Chain SaaS and Transaction Based Financing

E. awantunai@mail.co.id     P. (021) 222 333 44

Ruko The Boulevard No.9. Jl. Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur, 13910